Showing posts with label Bank Tidak Pernah Merugi. Show all posts
Showing posts with label Bank Tidak Pernah Merugi. Show all posts

Monday, June 15, 2009

BAB 3 – Persekongkolan Menentang Uang Kita, Bank Tidak Pernah Merugi (bag.3)

...lanjutan

Aturan Baru Uang #2: Belajar Bagaimana Menggunakan Utang

Banyak orang mengajarkan bahwa utang itu jahat. Mereka berkhotbah bahwa yang cerdas adalah membayar lunas utang anda dan jangan pernah berutang. Dalam arti luas mereka benar. Ada utang yang baik dan ada utang yang buruk. Adalah suatu yang bijaksana untuk melunasi utang yang buruk – dan jangan terperangkap pada utang yang buruk dari awal. Secara sederhana, utang yang buruk mengambil uang dari kantong anda, dan utang yang baik memasukkan uang ke dalam kantong anda. Sebuah kartu kredit adalah utang buruk karena orang memakai kredit tersebut untuk membeli barang yang berdepresiasi seperti televisi layar lebar. Pinjaman untuk sebuah investasi property yang anda sewakan kembali adalah utang baik jika aliran kas dari aset cukup membayar angsuran utang dan menambah uang ke dalam kantong anda.

          Mereka yang mengkhotbahkan mengenai kejahatan utang tidak mengerti bahwa utang sangatlah penting bagi perekonomian Amerika. Entah itu baik atau jahat selalu menjadi perdebatan. Yang tidak dapat didebat lagi adalah bahwa tanpa utang, seluruh perekonomian kita akan hancur. Itu mengapa pemerintah mengeluarkan banyak obligasi untuk mendapatkan uang. Ketakutan terbesar pemerintah adalah deflasi, dan satu cara untuk memerangi deflasi adalah dengan inflasi.

          Saya tahu Presiden obama menjanjikan perubahan dan harapan. Namun dengan memberikan pilihannya pada Tim Geithner sebagai Sekretaris Perbendaharaan dan mantan Sekretaris Perbendaharaan sebagai kepala Dewan Perekonomian Nasional – orang-orang yang mempercepat krisis ini pada jaman pemerintahan Presiden Clinton – tidak ada yang akan berubah jika anda dan saya tidak kembali berutang. Jika anda dan saya berhenti meminjam, dan bank berhenti meminjamkan, akan ada kehancuran dan mungkin depresi.

          Alasan mengapa pembekuan perpanjangan kredit akan mengarahkan kita kepada depresi adalah karena perekonomian berkembang karena anda dan saya berutang, bukan karena produksi barang-barang. Pada tahun 2003, Presiden Bush berkata, “Merupakan harapan pemerintah agar masyarakat dapat memiliki rumah mereka sendiri.” Jelas sekali, dia member harapan kebaikan atas kepemilikan rumah karena dia ingin lebih banyak orang lebih berutang lagi untuk menyelamatkan perekonomian. Anda mungkin dapat sadari saat ini, Ketika bank menyita sebuah property, mereka tidak menginginkan rumahnya. Rumah bukanlah sebuah aset. Andalah asetnya – atau kemampuan anda untuk membayar bunga pinjaman itulah asetnya.

Dalam Emas Kita Percaya

Pada tahun 1957, kata-kata “Dalam Tuhan Kita Percaya” ditambahkan pada lembaran dolar AS. Pada tahun 1971, dolar dipisahkan terhadap emas. Berdasarkan pada nilai saat ini dalam Vanity Fair, daya beli dolar telah jatuh 87 persen. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, semua mata uang, uang Monopoli yang disponsori oleh pemerintah, sudah kembali kepada nilai sebenarnya – nol. Pada tahun 1970, seribu dolar dapat membeli kira-kira 28 gram emas. Pada bulan Maret 2009, dengan harga emas sekitar 900 dolar AS per gram, 28 gram emas tadi dapat dijual harga sekitar 25.000 dolar AS – bahkan setelah pasar modal mengalami kehancuran terbesar dalam sejarah.

          Pada tahun 1924, John Maynard Keynes, yang memberi peringatan mengenai kehancuran mata uang, memisahkan emas sebagai “barang bersejarah yang kejam.” Sayangnya, dia tidak sadar berapa besar kemampuan Federal Reserve dan pemerintah kita dapat hancurkan nilai mata uang kita saat aturan-aturan uang dirubah pada tahun 1971.

          Pada tahun 1952, rasio antara utang keluarga terhadap pemasukan uang yang dapat digunakan kurang dari 40 persen. Dengan kata lain, jika anda memiliki 1000 dolar AS setelah dipotong pajak, hanya 400 dolar AS yang digunakan untuk membayar utang. Pada tahun 2007, rasio itu menjadi 133 persen. Karena gaji kita tidak naik, masyarakat hidup dengan kartu kredit dan pinjaman kepemilikan rumah. Saat ini masyarakat Amerika memiliki utang untuk keperluan konsumsi sebesar 2,56 triliun dolar AS.

          Bahkan bankir terbaik dan paling cemerlang jatuh dalam jebakan ini. Pada tahun 1980, utang perbankan sebesar 21 persen dari total Pengeluaran Domestik Nasional A.S. Pada tahun 2007, utang itu menjadi 116 persen.

          Pada tahun 2004, Komisi Perdagangan dan Sekuritas memperbolehkan lima bank terbesar untuk mencetak sebanyak mungkin uang yang mereka butuhkan untuk mengatasi batas cadangan 12:1 – hanya untuk menyelamatkan perekonomian. Cadangan 12:1 berarti setiap dolar dalam tabungan di bank, bank dapat member uang pinjaman 12 dolar dalam bentuk utang. Dengan memperbolehkan lima bank terbesar untuk mengatasi batas cadangan, bank-bank ini sekarang dapat secara efektif mencetak uang semaunya. Lagi, sama dengan pernyataan Monopoli:

Bank tidak pernah “merugi.” Jika bank kehabisan uang, bank dapat mengeluarkan uang sebanyak mungkin uang yang dibutuhkan bahkan dengan menuliskannya pada selembar kertas.

Sayangnya, memperbolehkan bank-bank terbesar untuk mencetak uang tanpa batas tidak akan menyelamatkan perekonomian. Hal ini akan membuat permasalahan semakin parah.

Aturan Uang yang Baru #3: Belajar untuk Mengatur Aliran Kas

Jika anda ingin terjamin secara finansial dan mungkin juga kaya, anda perlu tahu bagaimana mengatur aliran kas anda sendiri sama halnya dengan memonitor aliran pekerjaan, orang dan uang secara global.

Menjalankan Uang

Alasan saya menulis mengenai penjual buah di Vietnam diawal bab ini tadi adalah untuk menekankan hubungan antara uang dan “berlari” dalam krisis ekonomi. Pada tanggal 2 Maret 2009, index Dow jatuh 299 point menjadi 6.763, turun dari poin setinggi 14.164 pada tanggal 9 Oktober 2007. Dengan istilah yang sangat sederhana, ini berarti uang berlari keluar dari pasar modal, persis sama seperti penjual buah yang siap berlari dengan menukarkan piaster dan dolarnya dengan emas. Pada tahun 2009, seperti kata-kata ayah kaya saya, kas sedang mengalir keluar dari pasar modal. Pertanyaannya adalah, “Kemana uang tersebut mengalir?”

          Kata yang terpenting dalam bisnis dan investasi adalah cash flow (aliran kas). Itu mengapa permainan pendidikan yang saya kembangkan diberi nama Cashflow. Satu hal yang terpenting yang diajarkan oleh ayah kaya saya adalah mengatur aliran kas pribadi saya dan memantau aliran kas dunia. Dia mangajarkan saya untuk memantau aliran kas global dengan mengamati tiga hal:

          1. Pekerjaan: Sudah bertahun-tahun pekerjaan mengalir ke luar negeri. Saat ini, di Amerika, pekerjaan sedang mengalir keluar dari Detroit bersamaan dengan runtuhnya General Motor. Ini berarti perekonomian Detroit sedang sakit.

          2. Orang: Persis sama dengan perempuan Vietnam yang berlari, orang-orang saat ini sedang berlari. Merek berlari menuju tempat dimana ada pekerjaan. Saya suka berinvestasi di pasar dimana orang-orang bergerak, bukan diam.

          3. Uang tunai (Kas): Sama dengan perempuan Vietnam menginginkan uang yang bersifat global. Itu mengapa dia menukarkan piaster dan dolarnya menjadi emas. Hal yang sama terjadi saat ini. Pasar modal sedang runtuh, karena uang tunai sedang mengalir keluar dari kepemilikan saham menuju tabungan, obligasi, dan emas.

Utang, Uang, Aliran Kas

Belajar bagaimana menggunakan utang adalah satu dari antara ketrampilan yang paling penting yang dapat dipelajari seseorang. Dan sebuah pelajaran penting adalah utang itu sama baiknya dengan aliran kas anda. Jika saya menjalankan sistem pendidikan, saya akan mengajarkan para pelajar perbedaan antara utang yang baik dan utang yang buruk, dan bagaimana menggunakan utang yang baik untuk membuat aliran kas menuji tabungan bank mereka dari pada keluar dari tabungan mereka. Untuk menggunakan utang baik secara efektif membutuhkan IQ finansial. Karena uang kita sekarang adalah utang, mengajar orang untuk menggunakan utang dengan bijak akan membuat perekonomian kita lebih kuat.

          Dalam buku saya, Increase Your Financial IQ (Meningkatkan Kecerdasan Finansial Anda), saya membahas banyak untuk bagaimana saya menggunakan utang dengan resiko yang kecil dan hasil pengembalian yang sangat tinggi. Bahkan bersamaan dengan runtuhnya perekonomian saat ini, investasi saya yang menggunakan utang terus menghasilkan aliran kas yang positif. Satu alas an investasi saya tetap kiat adalah karena rekan-rekan saya dan saya membeli rumah apartemen dimana terdapat pekerjaan disana – dimana orang dan uang mengalir kesana. Dalam istilah yang sederhana, real estate tidak banyak berarti jika tidak ada pekerjaan, karena pekerjaan mengundang orang, dan dimana ada aliran masyarakat, uang kas juga mengalir.

Harapan vs. Pendidikan

Daripada berharap Presiden Obama dapat menyelamatkan dunia, saya percaya bahwa lebih bijak untuk menjadi lebih cerdas dengan uang anda. Karena aturan nomer satu dari Aturan Baru Uang adalah Uang adalah Pengetahuan, pengetahuan anda terhadap uang harus termasuk mempelajari bagaumana menggunakan utang dan belajar mengatur aliran kas pribadi anda, begitu juga memantau aliran pekerjaan, orang, dan uang di seluruh dunia.

          Saya menciptakan permainan Cashflow untuk mengajar kemampuan mengatur aliran kas pribadi anda dan menggunakan utang untuk mendapatkan aliran kas yang masuk ke dalam tabungan bank anda – bukan keluar dari situ. Cashflow juga disebut Monopoli diatas steroids. Ada tiga tinggat dari permainan ini:

Tingkat #1: Cashflow for Kids, untuk anak berumur lima sampai dua belas tahun

Dari pada menggunakan kata-kata dan angka, Cashflow for Kids menggunakan warna dan gambar untuk mengajarkan anak dasar pokok mengenai uang dan aliran kas dan menggunakan mereka dengan bijaksana.

          Tingkat #2: Cashflow 101, dasar pokok dalam berinvestasi

Permainan ini mengajarkan perbedaan antara aset dan kewajiban dan menggunakan utang dengan bijaksana. Permainan ini menggabungkan dasar-dasar akuntansi dengan dasar-dasar investasi.

          Tingkat #3: Cashflow 202, investasi teknis

Permainan ini mengajarkan prinsip berinvestasi pada pasar yang sedang naik dan turun. Seperti yang anda ketahui, jutaan orang kehilangan triliunan dolar ketika pasar runtuh. Cashflow 202 mengajarkan anda bagaimana mendapatkan keuntungan pada pasar yang sedang naik maupun turun.

Anda dapat mengetahui mengenai permainan ini dari website saya Richdad.com. Disana juga terdapat Klub Cashflow yang resmi maupun tidak di seluruh dunia dimana anda dapat belajar memainkan permainan tersebut secara gratis atau dengan harga yang murah.

          Klub Cashflow yang resmi terdaftar pada pelayanan online dari Rich Dad Company. Mereka juga menawarkan kurikulum 10-langkah yang terstandard-kan untuk meningkatkan IQ finansial anda dan mereka meminta untuk mengikuti prinsip-prinsip dari Rich Dad Company. Jika tidak dapat klub satupun di daerah anda, anda dapat memulai klub anda sendiri, karena mengajar adalah salah satu cara terbaik untuk belajar.

Penutup

Akhir kata, selalu ingat bahwa bank tidak pernah merugi – tapi anda dan saya dapat. Tapi ada berita baik! Sebuah bank dapat mencetak uang mereka sendiri, dan anda dan saya juga bisa. Dalam bab-bab berikut saya akan menunjukkan anda bagaimana saya mencetak uang saya sendiri menggunakan kecerdasan finansial saya, seringnya dengan menggunakan utang dan mengatur aliran kas.

BAB 3 – Persekongkolan Menentang Uang Kita, Bank Tidak Pernah Merugi (bag.2)

...lanjutan

Pendidikan Hidup yang Nyata Dimulai

Pada tahun 1972, saya mengikuti nasihat ayah kaya saya, dan membaca Wall Street Journal sungguh-sungguh, dengan mencari tulisan-tulisan mengenai emas. Dan memulai pendidikan saya mengenai emas dan hubungannya dengan uang. Saya membaca setiap tulisan yang saya dapati mengenai subyek ini. Tapi saya tidak hanya cukup membaca untuk belajar mengenai pelajaran penting ini. Contoh praktisnya ada di depan mata saya.

          Suatu hari, saya terbang ke sebuah desa kecil di luar Da Nang, sebuah kota besar di Vietnam. Punya beberapa jam sebelum kembali ke kapal, ketua regu saya dan saya berjalan-jalan berjalan menuju desa. Dia hendak membeli mangga dan papaya, buah yang tidak kami dapatkan di kapal.

          Setelah memilih beberapa buah, dia merogoh kantongnya dan mengeluarkan beberapa lembar piaster, mata uang Vietnam.  “Tidak, tidak, tidak,” kata penjual buah, sambil melambaikan tangannya. Dia memberitahu kami bahwa dia tidak menerima “p,” begitu biasanya mata uang tersebut disebut. Lalu kepala regu saya mengeluarkan uang 50 dolar AS dan meberikannya pada penjual tersebut. Dengan enggan diambilnya uang tersebut, memerikasa uang itu dengan hati-hati. Akhirnya dia berkata, “Baiklah, tunggu,” kemudian lari menuju kios yang lain, bertransaksi sesuatu, lari kembali, dan memberikan kantong berisi buah-buahan kepada kepala regu saya.

          “Apa yang tadi sedang terjadi?” tanya saya kepada kepala regu saya.

          “Dia sedang bersiap-siap untuk lari,” jawabnya. “Dia berencana untuk meninggalkan negaranya.

          “Bagaimana kau tahu?” tanya saya.

          “Dia sangat memilih-milih mata uang,” jawabnya, “Dia tahu uang negaranya sendiri, piaster tidaklah berharga. Tidak ada diluar Vietnam Selatan yang akan menerimanya. Untuk apa orang menerima uang dari suatu negara yang sebentar akan musnah? Dia juga tahu, nilai dolar AS akan menurun bersamaan dengan naiknya harga emas. Itu mengapa dia lari ke kios lainnya untuk menukarkan uang saya dengan emas.”

          Sambil berjalan kembali ke helikopter, saya berkata, “Saya lihat dia memberikanmu kembalian piaster.”

          “Saya juga tahu,” jawab ketua regu saya, “Saya punya sekantong buah dan sekantong penuh p, dan dia mendapatkan emas. Dia mungkin hanya sekedar penjual emas, tapi kalo bicara soal uang, dia bukanlah orang bodo.”

          Tiga minggu kemudian ketua regu saya dan saya terbang ke utara mencari sebuah tambang emas tua dan berharap untuk membeli beberapa buah emas. Saya piker saya dapat membeli emas dengan harga yang lebih baik dibelakan garis pertahanan musuh. Memberi resiko hidup saya dan anggota saya, saya dapatkan bahwa dimanapun saya di dunia ini, harga emas akan tetap sama. Pendidikan dunia-nyata saya mengenai aturan baru uang dan hubungan antara uang Monopoli dan emas sedang dimulai.

Perhatian Publik

Tahun 2009, dengan memburuknya perekonomian, dan tidak akan berhenti sedikitpun. Bahkan sekarang, masyarakat tahu ada sesuatu yang salah. Pemasalahannya adalah mereka tidak tahu hal apa yang sebenarnya salah. Sekali lagi, seperti John Maynard Keynes berkata, “Proses [nilai mata uang yang semakin rusak] menggabungkan semua kekuatan-kekuatan tersembunyi dari hokum ekonomi dengan sisi yang menghancurkan dan melakukannya dengan cara dimana tidak satu diantara jutaan orang pun yang dapat menganalisanya.

          Saat ini, orang melakukan apa yang diajarkan kepada mereka untuk dilakukan; mereka pergi ke sekolah, bekerja keras, membayar tagihan-tagihan mereka, manabung, menginvestasikan uang mereka pada reksa dana, dan berharap semuanya kembali ke keadaan yang normal. Itu mengapa semua orang menuntut bagian mereka masing-masing dari bailout. Beberapa orang sadar bahwa akar dari permasalahan kita adalah uang kita – sesuatu yang mereka inginkan dapatkan dalam bekerja dan mereka bergantung padanya. Beberapa orang sadar bahwa mereka yang memiliki kuasa untuk mengatur pengadaan uang ingin agar kita membutuhkan lebih banyak dan lebih banyak uang beracun mereka. Semakin kita membutuhkan uang, semakin banyak uang yang mereka dapat cetak. Semakin kita membutuhkan uang, semakin kita lemah. Semakin kita butuh uang, kita semakin menjurus kepada sosialisme. Dari pada mengajar orang untuk memancing, pemerintah memberikan masyarakat ikan, dan masyarakat semakin bergantung kepada pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan keuangan mereka.

Jangan berikan semua kepada Bank

Secara ironis, dunia melihat kepada Federal Reserve dan Badan Perbendaharaan A.S. untuk menyelesaikan masalah keuangan mereka meskipun institusi itu juga yang menyebabkan permasalahan yang ada. Seperti yang telah kita diskusikan di buku ini, Federal Reserve bukanlah Federal (milik Negara), dan juga bukan milik Amerika. Badan Fed dimiliki oleh beberapa keluarga terkaya di dunia. Federal Reserve adalah sebuah cartel (badan pengatur) perbankan sama seperti OPEC adalah sebuah cartel perminyakan. Beberapa orang menyadari bahwa Fed tidak memiliki reserve (cadangan) karena dia tidak punya uang. Tidak membutuhkan gudang besar untuk memiliki uang. Untuk apa anda menyimpan uang ketika aturan Monopoli perbankan berlaku? Federal Reserve Bank bukanlah sebuah bank – ide tersebut adalah sama mayanya dengan uang kita.

          Beberapa orang berkata bahwa pembentukan Federal Reserve tidak sesuai dengan Undang-undang Dasar. Mereka berpikir bahwa pembentukan Fed membahayakan perekonomian dunia – dan itu benar. Ada juga beberapa orang yang lain berkata bahwa pembentukan Federal Reserve System adalah hal terbaik yang pernah terrjadi di dunia. Mereka berkata demikian karena Fed telah mendatangkan kekayaan kepada dunia yang belum pernah terjadi – dan itu benar.

          Mungkin baik untuk mempertanyakan apa motif dari para pendiri Federal Reserve. Kenyataannya adalah saat ini Fed sedang memainkan suatu permainan. Dari pada mempertanyakan apa yang akan dilakukan Presiden Obama, lebih baik bertanya pada diri kita sendiri, “Apa yang akan saya lakukan?” Dari pada bertanya apakah triliunan juta dolar paket stimulus akan bekerja, lebih baik bertanya pada diri sendiri, “Dari mana uang triliunan dolar itu datang? Apakah itu berada dalam gudang seseorang?”

          Dengan istilah yang sangat sederhana, bank sentral dunia hanya dapat melakukan dua hal. Yaitu:

1. Mencetak uang dari kehampaan, persis seperti yang diperbolehkan aturan Monopoli – sesuatu yang mereka lakukan dalam jumlah triluinan.

2. Meminjam uang yang tidak mereka miliki. Ketika anda meminjam uang dari bank, bank tersebut tidak perlu memiliki uang yang dipinjamkan tersebut dalam gudang mereka.

Permainan Penjumlahan-Nol

Dalam sejarah, setiap kali pemerintah mencetak uang mereka, uang kertas, nilai uang tersebut dikembalikan kepada nilai uang sebenarnya: nol. Hal itu lah mengapa uang kertas adalah permainan penjumlahan-nol. Apakah hal yang sama akan terjadi pada dolar AS, yen, peso, pondsterling, dan euro? Apakah sejarah akan berulang dengan sendirinya?

          Sekarang, saya dapat mendengar banyak orang bangga, orang Amerika berdarah-merah berkata, “Hal ini tidak akan terjadi di Amerika. Uang kita tidak akan menjadi nol.” Pada kenyataannya hal tersebut sudah pernah terjadi – sering sekali. Pada jaman Perang Revolusi, pemerintah Amerika mencetak sebuah mata uang yang dikenal sebagai “continental.” Setelah pemerintah mencetak terlalu banyak continental, uang kita menjadi sebuah bahan tertawaan, sampai muncul istilah, “Not worth a continental” (Tidak bernilai satu continental pun). Hal yang sama terjadi pada dolar Persekututuan. Ketika saya butuh sebuah peringatan bahwa uang akan bernilai nol, yang saya butuhkan adalah berpikir mengenai wanita yang menjual buah-buahan di Vietnam dan keengganannya terhadap piaster. Hal itu belum saja lama terjadi. Itu bukan suatu sejarah kuno.

          Saat ini, seluruh dunia dijalanjan oleh uang Monopoli. Tapi bagaimana jika pesta sudah selesai? Apakah bailout akan menyelamatkan kita? Ironisnya, setiap dikeluarkan bailout utang nasional kita menjadi lebih besar, kita membayar pajak yang lebih besar, yang kaya menjadi semakin kaya, dan nilai dari uang kita semakin mendekati nol. Setiap saat pemerintah kita mencetak lebih banyak uang, uang kita semakin tidak bernilai. Kita bekerja lebih keras untuk menjadi semakin lebih rendah, dan tabungan kita bernilai semakin lebih rendah.

          Saya tidak berkata bahwa uang Monopoli saat ini akan menjadi nol. Saya juga tidak bilang bahwa itu tidak akan terjadi juga. Namun, jika sejarah akan berulang dengan sendirinya, dan jika dolar AS akan menjadi nol, kekacauan di seluruh dunia terjadi dan akan terjadi perubahan besar-besaran. Dan yang miskin pasti akan semakin miskin. Mereka yang berada di kelas mengah akan terhapuskan.

Apocalypse (penyingkapan) Saat ini

Bersamaan krisis finansial semakin parah, rahasia mengenai aturan-aturan uang akan semakin sulit untuk disimpan. Krisis ini akan memimpin kita menuju sebuah penyingkapan finansial.

          Bagi banyak orang-orang religious, kata apocalypse (penyingkapan) merujuk pada akhir jaman. Saya tidak merujuk kepada penyingkapan seperti itu. Kata apocalypse berasal dari kata Yunani yang berarti, “Mengangkat selubung penutup.” Istilah ini digunakan pada pengungkapan sesuatu yang disembunyaikan dari khalayak ramai. Secara sederhana, pengungkapan berarti rahasia telah diungkapkan.

          Jika anda membaca Rich Dad Poor Dad, anda mungkin ingat salah satu judul bab buku tersebut adalah, “Apa yang orang kaya ajarkan kepada anak mereka tentang uang – Sesuatu yang orang miskin tidak ajarkan kepada anak mereka!” Bagi banyak orang, membaca buku saya adalah suatu pengungkapan, pengangkatan selubung penutup, dan pengungkapan sesuatu yang disembunyaikan dari khalayak ramai. Pada tahun 1997, ketika Rich Dad Poor Dad pertama kali di terbitkan, buku itu menyebabkan protes besar-besaran karena menyebutkan, “Rumah anda bukannya sebuah asset.” Beberapa tahun kemudian, bersamaan dengan terungkapnya kekacauan hipotek orang menengah kebawah, jutaan orang kehilangan rumah mereka, dan masyarakat dunia kehilangan triliunan dolar dengan berinvestasi pada hipotek menengah dan bentuk lainnya dari utang beracun, yang sebagian diciptakan oleh para bankir yang mencetak uang tak bernilai dari sesuatu yang hampa. Rich Dad Poor Dad bukanla buku mengenai real estate, seperti yang disebutkan beberapa orang. Itu adalah buku mengenai pengetahuan finansial – pengetahuan yang diturunkan dari seorang ayah kepada anaknya.

Nama Dari Permainan itu Adalah Utang

Dengan istilah yang sangat sederhana, sejak tahun 1971, uang menjadi utang. Agar perekonomian terus berkembang, anda dan saya harus punya utang. Karena itu kartu kredit datang dengan surat biasa, dan pinjaman kepemilikan rumah dapat dimiliki oleh orang yang punya dana lebih kecil dari pada jaminan kredit.

          Secara teknis, uang yang ada di dalam kantong anda bukanlah uang. Itu adalah sebuah IOU (Bukti Kesepakatan Bersama). Uang kita adalah utang. Alasan mengapa krisis finansial sekarang ini begitu parah aturan-aturan uang Monopoli bankir kita memperbolehkan bank-bank terbesar dan Wall Street menjadikan utang sebagai suatu paket dan kemudian menjualnya kepada seluruh dunia sebagai aset. Berdasarkan majalah Times dari tahun 2000 sampai 2007, ekspor terbesar Amerika adalah utang. Apa yang sedang dilakukan orang-orang yang berpikiran cerdas dan cemerlang dalam dunia perbankan dan investasi tidak begitu berbeda dengan ketika seseorang yang miskin menjaminkan rumah mereka untuk melunasi tagihan kartu kredit mereka.

          Jika kita sebagai masyarakat tahu bahwa uang kita telah dirusak, uang Monopoli, kita mungkin tidak akan berada dalam kekacauan finansial seperti sekarang ini. Jika masyarakat mendapatkan pendidikan finansial, mungkin telah muncul lebih dari satu dari antara jutaan orang yang dapat mengetahui permasalahan finansial kita ini. Jika masyarakat mendapatkan pendidikan finansial lebih, mereka mungkin tidak akan percaya begitu saja bahwa rumah mereka adalah sebuah aset, bahwa menyimpan uang itu cerdas, bahwa diversifikasi dapat melindungi mereka dari resiko, dan bahwa berinvestasi untuk jangka panjang dalam reksa dana adalah cara cermat untuk berinvestasi. Tapi dikarenakan kekurangan kita terhadap pendidikan finansial, para penguasa dapat jalan terus dengan aturan keuangan yang merusak. Untuk keuntungan merekalah mengapa kita berada dalam kegelapan. Itu mengapa mereka yang kaya harus mengambil alih dulu sistem pendidikan kita sebelum membanjiri dunia dengan utang. Itu mengapa sekolah kita tidak mengajarkan kita mengenai uang.


berlanjut...

BAB 3 – Persekongkolan Menentang Uang Kita, Bank Tidak Pernah Merugi (bag.1)

Persekongkolan Orang Kaya

8 ATURAN BARU MENGENAI UANG

oleh Robert Kiyosaki

BAB 3 – Persekongkolan Menentang Uang Kita, Bank Tidak Pernah Merugi


Bank tidak pernah “merugi.” Jika bank kehabisan uang, bank dapat mengadakannya sebanyak yang diperlukan  bahkan dengan menuliskannya pada selembar kertas yang biasa.

- Aturan dari permainan Monopoli  

Hari dimana Dolar Mati

Pada tanggal 15 Agustus 1971, uang dolar AS mati. Pada hari itu, tanpa kuasa dari Dewan Perwakilan Rakyat, Presiden Nixon memisahkan hubungan antara Dolar AS dengan emas, dan dolar menjadi uang monopoli. Setelah itu, kesuksesan ekonomi terbesar dimulai.

          Saat ini, tahun 2009, dimana perekonomian global runtuh, para bankir pusat di seluruh dunia mencetak triliunan dolar, yen, peso, euro, dan poundsterling dengan menggunakan aturan Monopoli untuk para bankir.

          Permasalahannya adalah Monopoli hanya sekerdar permainan. Kita semua tahu bahwa menerapkan aturan-aturan Monopoli dalam kehidupan nyata merupakan resep untuk menghancurkan kehidupan sosial kita. Telah tercatat, pernyataan ekonom Inggris, John Maynard Keynes, “Tidak ada sesuatupun yang lebih lembut, yang lebih pasti untuk menjungkir balikkan pondasi kehidupan masyarakat dibandingkan merusak mata uang kita. Prosesnya menyatukan semua kekuatan-kekuatan hokum perekonomian tersembunyi dari sisi yang menghancurkan dan melakukannya dengan cara dimana tidak ada satu diantara jutaan orang pun yang dapat menganalisanya.” Saat ini perekonomian kita sedang sakit karena tekanan Federal Reserve untuk mencetak dengan sangat mudah membanjiri sistem keuangan kita dengan uang sulapan yang merusak nilai mata uang kita saat ini, dan tidak ada aorang yang dapat menganalisa permasalahannya, persis seperti yang diingatkan Keynes tahunan yang lalu.

Uang dari Kehampaan

Satu alasan tidak memperhatikan nasihat Keynes, perubahan Nixon tahun 1970, dan yang lainnya terhadap penghancuran uang adalah karena pengerusakan nilai mata uang secara tiba-tiba membuat orang merasa kaya. Kartu kredit datang melalui surat, dan berbelanja menjadi olah raga nasional. Banyak orang yang berasal dari kelas menengah berpura-pura menjadi jutawan, bersamaan harga rumah mereka yang seperti tersulap menjadi lebih tinggi. Mereka percaya bahwa masa pensiun mereka akan didanai oleh keuntungan di pasar modal. Orang mengambil pinjaman penjaminan rumah untuk membiayai liburan keluarga. Bukan saja hanya memiliki satu mobil, tapi memiliki sebuah Mercedes, sebuah mobil mini-van, dan sebuah SUV. Anak-anak yang bersekolah di universitas terjebak dengan pinjaman siswa yang butuh bertahun-tahun untuk melunasinya. Keluarga kelas menengah merayakan kekayaan yang baru saja diperoleh dengan makan di resotoran yang bergengsi, berpakaian yang dibuat oleh perancang khusus, bekendaraan Porche, dan hidup di McMansion – yang didanai oleh utang.

          Kita sekarang berada dalam ledakan kesuksesan perekonomian terbesar dalam sejarah. Permasalahannya adalah kesuksesan besar tersebut disebabkan oleh utang, bukan uang; oleh inflasi, bukan produksi; dengan meminjam, bukan bekerja. Dalam banyak hal uang tidak berguna – karena uang adalah bukan apa-apa. Sama seperti yang Keynes katakan, uang kita sudah hancur. Kita terlihat kaya, namun kehidupan sosial kita sedang hancur.

          Setelah tahun 1971, bank pusat dapat mencetak sebanyak mungkin uang hanya dengan mencetak lebih banyak kertas. Dalam jaman digital sekarang ini bankir tidak perlu kertas untuk mencetak uang. Disaat anda sedang membaca ini, triliunan dolar, yen, euro, peso, dan poundsterling diciptakan secara elektronis – berasal dari sesuatu yang tidak tampak. Berdasarkan aturan-aturan Monopoli, anda dan saya dapat rugi, tapi Bankir tidak pernah merugi. Lebih dari semua itu, permainan besar Monopoli harus berjalan terus.

Menyaksikan perubahan

Tahun 1972, saya menjadi seorang pilot angkatan laut dari pesawat pengangkut di lepas pantai Vietnam. Perang tidak berjalan dengan baik. Kita tahu kita sedang mengalami kekalahan, namun sebagai seorang prajurit angkatan laut, kami tidak terima fakta begitu saja. Sebagai Anggota Pasukan, tugas saya adalah untuk menjaga anggota saya tetap berpikir positif dan berfokus untuk bertahan hidup, dan pada saat yang bersamaan, siap mengorbankan diri mereka sendiri satu sama lain dan kepada bangsa. Saya tidak dapat membiarkan anggota saya melihat keraguan dan rasa takut saya, begitu juga sebaliknya.

          Menjaga moral orang tetap tinggi adalah sesuatu yang sulit untuk dilakukan karena kita tahu bahwa ombak kemenangan dalam peperangan sudah tidak dipihak kita lagi. Dan kita juga tahu bahwa kita juga sudah kalah perang di kampong halaman. Setiap kali kami melihat poster siswa-siswa yang protes membakar kartu dan bendera Amerika, kami mulai mempertanyakan siapa yang benar dan siapa yang salah.

          Beberapa penyanyi rock terkenal saat itu mulai menyanyikan lagu-lagu anti peperangan. Salah satu lagu berbunyi, “Perang, apa untungnya? Sama sekali tidak ada.” Dari pada membiarkan lagu tersebut menjatuhkan mental kami, saya dan anggota saya menyanyikannya keras-keras sambil terbang menuju medan pertempuran. Karena alasan yang tidak dapat dimengerti, lagu tersebut member keberanian kepada kami untuk melakukan apa yang harus kami lakukan dan menghadapi realitas paling penting – kematian.

          Malam sebelum setiap misi saya akan pergi menuju haluan pesawat, duduk sendiri, dan membiarkan angin memisahkan pikiran saya dengan rasa takut saya. Saya tidak berdoa untuk hidup. Melainkan, saya meminta jika pagi hari ini akan merupakan hari terakhir saya, saya ingin memilih bagaimana saya akan mati. Saya tidak mau mati sebagai pengecut. Saya tidak ingin ketakutan mengatur hidup saya.

          Itu mengapa ketika saya kembali kerumah dari perang saya tidak mencari keamanan pekerjaan – saya tidak membiarkan ketakutan ketidakamanan finansial mengatur hidup saya. Melainkan, saya menjadi seorang interprener. Ketika saya kehilangan segalanya dari bisnis saya yang pertama, saya tidak membiarkan ketakutan, frustasi, dan keraguan menghentikan saya dari apa yang ingin saya lakukan. Saya akan mengambil kepingan-kepingan yang tersisa dan bekerja membangun kembali bisnis saya. Belajar dari kesalahan bisnis saya merupakan sekolah bisnis terbaik yang pernah saya jalankan. Dan saya masih berada di sekolah tersebut hingga hari ini.

          Di tahun-tahun terakhir ini, saat pasar saham dan perumahan sedang meledak dan orang-orang bodoh berlomba-lomba untuk berinvestasi, Saya tidak membiarkan ketamtakan mengambil alih logika saya. Sekarang, saat krisis enokomi, saya memiliki ketakutan yang sama dengan orang-orang lain. Tapi, saya tidak membiarkan ketakutan begitu saja menghentikan saya melakukan apa yang harus saya lakukan. Dari pada hanya pada krisisnya, saya melakukan yang terbaik untuk melihat kesempatan yang diciptakan oleh krisis. Hal tersebutlah yang saya pelajari dari Perang Vietnam, dan bagi saya itulah kebaikan dari perang.

          Ada hal baik lain yang dilakukan perang. Perang Vietnam memberikan saya kesempatan untuk duduk di sisi ring pertarungan untuk menyaksikan perubahan terbesar dalam sejarah dunia: perubahan aturan-aturan uang.

Sebuah surat dari rumah

Dalam era peperangan, panggilan surat merupakan hal terpenting dalam kehidupan sehari-hari. Surat dari rumah merupakan harta sebagai hubungan komunikasi kita dengan orang-orang yang penting dalam hidup kita.

          Suatu hari, saya mendapat surat dari ayah kaya saya. Saya jarang sekali mendengar kabar darinya karena di bukan ayah kandung saya. Dia adalah ayah kawan baik saya. Sejak umur Sembilan tahun, ayah kaya saya sudah menjadi ayah kedua saya, dan dia adalah pembimbing finansial saya. Suratnya diawali dengan huruf tebal: ”Aturan-aturan mengenai uang sudah berubah.” Selanjutnya dalam surat tersebut, dia menyarankan saya untuk membaca Wall Street Journal (majalah perekonomian) dan mengikuti perubahan harga emas. Presiden Nixon memisahkan Amerika Serikat dengan standard emas pada tahun 1971, dia menjelaskan, menyebutkan bahwa sebelumnya harga emas selalu tetap pada 35 dolar AS per ons, tapi itu sudah tidak berlaku lagi. Sejak Nixon memisahkan hubungan antara dolar dengan emas, harga emas mulai meningkat. Pada saat saya membaca suratnya itu, harga emas berfluktuasi pada harga 70 sampai 80 dolar AS per ons.

          Pada saat itu saya tidak mengerti apa yang membuatnya bersemangat. Ketika saya kecil, ayak kaya saya jarang sekali berbicara mengenai emas, kecuali berkata emas menopang uang kita. Apa maksudnya, dan hal ini sangat penting, melampaui pemikiran saya yang masih muda. Namun, walaupun hanya dari nada tulisannya yang saya terima hari itu di Vietnam, saya tahu bahwa dia sangat senang dengan perubahan yang Nixon buat. Suratnya tersebut sangat sederhana: Dengan terpisahnya mata uang kita dari emas, orang-orang kaya sedang akan bermain dengan uang dengan cara yang belum pernah ada sebelumnya. Dia menjelaskan, “Bersamaan dengan harga emas yang naik dan turun secara relative terhadap dolar, akan terjadi ledakan keberhasilan dan kerugian terbesar yang pernah disaksikan dunia. Dengan terpisahnya emas dari dolar,    kita memasuki masa dimana terdapat ketidakstabilan finansial yang ekstrim. Inflasi akan naik sampai ke atap-atap. Yang kaya akan menjadi kaya sekali dan yang lainnya akan tersapu habis. Dia menutup surat itu dengan, “Dolar secara resmi sudah menjadi uang Monopoli, perarturan uang Monopli sekarang inu sudah menjadi aturan baru uang di duni.

          Sekali lagi, saya tidak mengerti apa yang dikatakannya saat itu. Tapi sekarang, setelah saya besar dan lebih bijaksana, saya percaya dia sedang mengatakan bahwa saat ini lah untuk dia menjadi sangat kaya. Ini merupakan kesempatan sekali seumur hidup – dan dia benar. Ayah kaya saya menjadi sangat kaya disaat terjadi kesuksesan besar perekonomian. Ayah saya sendiri terjerumus pada jaminan pekerjaan dan melewatkan kesuksesan terbesar dalam sejarah.

Akhirnya saya membaca aturan-aturan tersebut.

Beberapa hari kemudian, saya pergi ke perkumpulan tentara, menemukan ada permainan Monopoli yang sudah lama sekali tidak pernah dipakai lagi, lalu mengajak beberapa pilot, karena saya telah mempermainkannya, saya tidak perlu membaca kembalik aturan-aturan yang ada. Tapi dengan berjalannya waktu, saya teringat dengan kata-kata ayah kaya saya yang berkata bahwa aturan-aturan Monopoli menjadi aturan-aturan uang dunia yang baru. Menunjuk pada buku aturan yang ada, saya sampai pada titik yang dimaksud ayah kaya saya. Yang berbunyi:

Bank tidak pernah “merugi.” Jika bank kehabisan uang, dia dapat mengeluarkan sebanyak uang yang dibutuhkannya bahkan dengan menuliskannya pada selembar kertas.

          Saat ini, terima kasih atas peringatan sederhana ayah kaya saya sehingga saya dapat mengerti mengapa kita bisa mendapati krisis finansial global di tangan kita. Bagi mereka yang kaya dan berkuasa, perubahan aturan berarti mereka dapat mencetak uang pada selembar kertas apapun. Uang kita sudah dirusak.

          Sebelum tahun 1971, uang kita adalah emas karena ditopang dengan emas. Saat ini, uang kita adalah racun, menjadikan orang dan bisnis di dunia menjadi sangat sakit. Ini seperti meminum air yang terpolusi dan bertanya-tanya mengapa anda bisa sakit. Dengan perubahan aturan-aturan uang, orang kaya dapat mencuri uang kita secara sah dengan sistem keuangan itu sendiri. 


berlanjut...