Showing posts with label BAB 2 – Persekongkolan Menentang Pendidikan Kita. Show all posts
Showing posts with label BAB 2 – Persekongkolan Menentang Pendidikan Kita. Show all posts

Monday, June 15, 2009

BAB 2 – Persekongkolan Menentang Pendidikan Kita (bag.3)

...lanjutan

Ide usang

Ide yang berkata uang itu tidak penting adalah ide yang sudah usang.

Dengan istilah yang sangat sederhana, manusia berkembang melalui empat jaman sosial. Yaitu:

          1. Jaman pengumpul-berburu: Di jaman prasejarah, uang tidak penting. Sepanjang anda memiliki tombak, kacang-kacangan, buah berry, sebuah goa, dan api, semua kebutuhan anda sudah terpenuhi. Orang-orang hidup berkelompok dengan hirarki yang sederhana. Sang ketua tidak hidup jauh lebih baik dari yang lainnya. Sepanjang masa ini, hanya terdapat satu kelas masyarakat saja, dan uang tidak penting.

          2. Jaman Pertanian: Ketika manusia belajar untuk bercocok tanam dan memelihara hewan ternak, tanah lahan menjadi penting. Pertukaran dengan sistem barter terbentuk. Uang tidak penting karena meskipun anda tidak memilikinya, anda masih dapat bertahan hidup. Pada jaman ini, raja dan ratu berkuasa atas suatu wilayah. Para buruh tani yang tidak memiliki lahan membayar pajak dalam bentuk tanaman dan hewan kepada keluarga yang berkuasa disana. Kata real estate (perumahan) mulai muncul yang berasal dari royal estate (tanah milik raja). Itu mengapa kita masih menggunakan istilah landlord (tuan tanah) yang merujuk kepada orang yang mana kita membayar sewa kepadanya. Pada jaman ini terdapat dua kelas masyarakat: bangsawan dan buruh.

          3. Jaman Industri: Saya percaya, jaman industry dimulai sekitar tahun 1500. Christoper Columbus mencari jalur laut menuju Asia, mengalahkan pendapat bahwa dunia itu datar. Columbus tidak sedang mencari dunia baru, seperti yang diajarkan oleh sekolah. Dia sedang mencari jalur perdagangan untuk sumber-sumber seperti emas, tembaga, karet, minyak, kayu, bulu binatang, rempah-rempah, logam industri, dan tekstil, yang merupakan kebutuhan penting bagi Jaman Industri.

          Orang-orang mulai meninggalkan lahan pertanianan dan pindah ke kota-kota, yang menyebabkan dunia baru dengan permasalahan-permasalah dan kesempatan-kesempatan. Dijaman Industri, bukan lagi buruh yang membayar raja, orang-orang kapitalis yang membayar para buruh. Bukan lagi memiliki lahan, para kapitalis memiliki korporasi.

          Korporasi dibentuk terutama untuk melindungi orang kaya, para investor mereka, dan uang mereka. Sebagai contoh, sebelum sebuah kapal berlayar menuju dunia yang baru, orang kaya membentuk sebuah korporasi. Jika kapalnya tersesat dan pelayarnya meninggal, orang-orang kaya tidak bertanggung jawab atas kehilangan nyawanya. Yang hilang dari orang kaya tersebut hanya uangnya.

          Saat ini hampir sama dengan hal itu. Jika seorang Pemimpin perusahaan menjalankan usahanya menuju batu karang, memenuhi perusahaan tersebut dengan utang yang berlimpah, membayar para eksekutifnya dengan gaji dan bonus jutaan dolar, atau mencuri dana pensiun para pekerja, para pekerja akan kehilangan semuanya, tapi orang kaya sering kali terlindungi dari kerugian dan kewajiban-kewajibannya – bahkan dari tindakan kriminal.

          Bahkan pada Jaman Industry, uang tidak penting. Karena peraturan dari pengalaman yang ada antara pekerja dan majikan adalah pekerjaan dan gaji seumur hidup – jaminan pekerjaan dan jaminan finansial. Masyarakat generasi orang tua saya, uang tidak penting karena mereka mendapat pensiun dari perusahaan mereka dan pemerintah, sebuah rumah yang dibayarkan, dan tabungan di bank. Mereka tidak perlu menginvestasikan uang mereka.

          Semua itu berubah pada tahun 1974, saat Dewan Perwakilan Rakyat A.S. mengajukan Employee Retirement Income Security Act (pasal Pengamanan Pendapatan Pensiun Pegawai). Pasal ini yang kemudian kita kenal sebagai 401(k), IRA, Keogh, dan rencana pensiun lainnya. Pada tahun 1974, uang menjadi penting, dan orang harus belajar mengelolah uang mereka sendiri atau mati miskin, hidup dengan Jaminan Sosial, seperti ayah saya setelah dia kehilangan pekerjaan kepemerintahannya.

          4. Jaman Informasi: Kita sekarang hidup di Jaman Informasi. Di Jaman Informasi, uang itu penting. Lebih spesifik, pengetahuan mengenai uang sangat penting di Jaman Informasi. Permasalahannya adalah sistem pendidikan kita masih berasal dari Jaman Industri, dan pemikiran dari sebagian besar orang-orang intelektual dan akademis, uang itu tidak penting. Sebagian besar orang ini menjalankan pendapat mengenai uang yang lama, kuno, dan usang. Tapi uang itu penting. Saat ini uang merupakan bagian penting dari hidup. Saat ini jaminan finansial lebih penting dari pada jaminan pekerjaan.

Pendidikan Finansial

Saat ini, sangat penting untuk memiliki tiga macam pendidikan yang berbeda. Yaitu:

1. Pendidikan akademik: Termasuk di dalamnya kemampuan membaca, menulis dan menyelesaikan persoalan matematika dasar. Di Jaman Informasi, kemampuan seseoarang untuk terus mengikuti informasi yang berubah-ubah lebih penting dari pada apa yang dipelajari seseorang kemarin.

2. Pendidikan professional: Ini merupakan kemampuan tukar menukar untuk menghasilkan uang. Sebagai contoh, seseorang belajar sekolah kedokteran untuk menjadi seorang dokter atau pergi ke akademi kepolisian untuk menjadi seorang polisi. Saat ini, perlu pendidikan profesional yang  lebih baik lagi untuk sukses secara finansial. Di Jaman Informasi, pendidikan profesional sangat penting untuk jaminan pekerjaan.

3. Pendidikan finansial: Pendidikan finansial sangat penting untuk memiliki kecerdasan finansial. Kecerdasan finansial tidak selalu mengenai berapa banyak uang yang anda hasilkan, tapi berapa banyak uang yang anda simpan, seberapa keras uang anda bekerja untuk anda, dan berapa generasi dapat anda turunkan uang tersebut. Dalam Jaman Informasi, pendidikan finansial sangat penting untuk jaminan finansial.

Sebagian besar sekolah cukup berhasil dengan pendidikan akademis dan profesional. Mereka gagal jika sudah berbicara mengenai pendidikan finansial.

Mengapa Pendidikan Finansial begitu penting di Jaman Informasi

Kita juga hidup di dalam dunia dengan informasi yang terlalu berlimpah. Informasi ada dimana-mana, di internet, TV, radio, majalah, koran, komputer, telepon, sekolah, usaha, gereja, iklan, dan masih banyak lagi lainnya. Pendidikan sangat penting untuk memproses semua informasi yang ada. Ini mengapa pendidikan finansial sangat penting.

          Saat ini, informasi finansial datang kepada kita dari segala arah. Tanpa pendidikan finansial, seseorang tidak akan mampu memproses informasi finansial menjadi arti yang dia mengerti. Sebagai contoh, saat seseorang berkata bahwa sebuah saham memilikP/E 6, atau sebuah rumah memiliki cap rate-nya 7 persen, apa artinya itu untuk anda? Atau ketika seorang perencana finansial bekata stok market kita naik dengan rata-rata 8 persen pertahun, apa yang anda pikirkan dengan hal itu? Mungkin anda berkata, “Apakah informasi tersebut benar, dan apakah 8 persen pertahun merupakan pengembalian yang baik atau tidak?” Sekali lagi, tanpa pendidikan seseorang tidak akan dapat        mengartikan informasi tersebut menjadi sesuatu yang dia mengerti. Informasi tanpa pengetahuan memiliki nilai yang terbatas. Buku ini didedikasikan untuk menambah pendidikan finansial anda dengan mengajarkan anda aturan-aturan uang yang baru, dan bagaimana aturan-aturan yang baru tersebut berdampak dalam hidup anda secara anda sadari maupun tidak.

Aturan baru #1: Uang adalah Pengetahuan

Aturan pertama mengenai uang adalah Uang adalah Pengetahuan.

          Saat ini, anda tidak perlu uang untuk menghasilkan uang. Yang anda butuhkan adalah pengetahuan. Sebagai contoh, jika sebuah saham berharga 100 dolar AS, pada beberapa pasar modal anda dapat short (menjual) saham tersebut, yang berarti menjual saham yang tidak anda miliki. Sebagai contoh, katakan saya meminjam 1000 saham yang berharga 100 dolar AS tersebut, menjual mereka, sehingga memasukkan 100.000 dolar AS ke dalam tabungan saya. Lalu harga saham tersebut jatuh menjadi 65 dolar AS, lalu saya kembali ke pasar modal, membeli 1.000 saham seharga 65.000 dolar AS, mengembalikan 1.000 saham pinjaman saya yang tadinya seharga 100 dolar AS per saham, dan saya menyimpan selisih 35.000, lebih kecil dalam hal ongkos, komisi, dan biaya transaksi. Hal inilah yang menjadi pokok dari short sebuah saham. Untuk mendapat kan uang ini, yang saya butuhkan adalah pengetahuan. Pertama saya perlu tahu bahwa konsep dari penjualan short itu ada, dan kedua saya tahu bagaimana menggunakan metode tersebut. Saya dapat melakukan transaksi yang sama pada sebuah usaha maupun perumahan.

          Bersamaan dengan berjalannya buku ini, saya akan menggunakan contoh-contoh yang sama bagaimana menghasilkan uang tanpa apa-apa – tidak ada apa-apa kecuali pengetahuan. Banyak dari transakasi-transaksi ini akan menjadi transaksi-transaksi yang nyata yang saya sendiri pernah melakukannya, dan di atas dari transaksi ini menghasilkan uang tanpa apa pun kecuali pengetahuan, sebagai imbalannya juga lebih tinggi, mendapat untung dengan resiko yang lebih kecil dibandingkan berinvestasi dalam dana berkah, dan menghasilkan dengan pajak yang sangat kecil atau tidak ada sama sekali.

          Saat ini, dalam Jaman Informasi, keberuntungan menang dan kalah secepat kedipan mata sebagai hasil dari informasi yang baik maupun buruk. Sebagaimana sebagian besar anda tahu, banyak orang kehilangan jutaan dolar karena nasihat yang buruk, informasi yang buruk, dan kelalaian pendidikan finansial. Yang menakutkan adalah, sebagian besar orang yang menerima nasihat finansial yang buruk itu masih tetap menggunakan informasi yang sama. Sebuah ayat kitab suci berkata, “HambaKu binasa karena kurangnya pengetahuan.” Saat ini banyak orang yang binasa secara finansial karena mereka menggunakan aturan-aturan uang yang lama seperti menyimpan uang dan keluar dari kredit. Atau mereka percaya bahwa berinvestasi itu beresiko, disaat kita tidak memiliki pendidikan finansial, pengalaman, dan penasihat finansial yang buruk, hal itu jauh lebih beresiko. Saat ini, anda dapat menghasilkan uang tanpa uang. Anda juga dapat kehilangan tabungan seumur hidup anda sekejap mata. Hal ini lah yang saya maksud saat saya berkata uang adalah pengetahuan.

Sebagai penutup

Merupakan hal yang cukup buruk dimana sekolah kita tidak mengajarkan siswanya dengan cukup, kalau memang ada, mengenai uang. Tapi saat ini, tahun 2009, banyak orang kaya menentang rencana perekonomian stimulis Presiden Obama untuk menambah dana dalam memperbaiki dunia pendidikan. Hanya waktu yang dapat membuktikan, apakah rencana stimulus Obama akan berjalan, tapi apapun hasilnya nanti, saya tetap berpikir membiayai lebih banyak dalam pendidikan adalah sangat penting untuk mengembangkan perekonomian yang kuat, Negara yang kuat, dan dunia yang bebas.

          Saya seorang pendukung pendidikan. Dalam budaya Asia, pengajar dibayar paling rendah dalam dunia profesional. Saya percaya bahwa jika benar-benar menghargai pendidikan seperti yang kita ucapkan, kita akan membayar guru kita lebih baik, dan akan membangun sekolah yang lebih baik dan aman di lingkungan yang buruk. Bagi saya, merupakan suatu kejahatan bahwa di Amerika pajak perumahan kita menentukan kualitas pendidikan yang diterima oleh seorang anak. Dengan kata lain, sekolah di lingkungan yang miskin menerima lebih sedikit uang pajak dibandingkan sekolah yang berada di lingkungan yang kaya. Hal ini berbicara konspirasi orang-orang kaya!

          Entah anda percaya sama seperti saya bahwa ada konspirasi di dunia pendidikan, fakta tetap ada bahwa pendidikan yang terdengar, yang juga termasuk pendidikan finansial di dalamnya, menjadi sangat penting saat ini dibandingkan waktu-waktu sebelumnya. Saat saya masih anak-anak, jika satu diantara kawan kelas saya tidak cukup baik di sekolah, dia masih mungkin mendapatkan pekerjaan dengan gaji tinggi di perkebunan atau pabrik gula. Saat ini, dimana pabrik-pabrik tutup dan pekerjaan pindah ke luar negeri, seorang anak yang bernilai buruk di sekolah, kemungkinan akan hidup dengan buruk juga. Karena itu kenapa dunia perlu sekolah yang lebih baik, sekolah yang lebih aman, pengajar dengan bayaran yang baik, dan lebih banyak pendidikan finansial.

          Dalam Jaman Informasi, kita sangat di penuhi dengan data. Pendidikan akan memberikan kita kekuatan untuk mengartikan informasi tersebut, arti yang dapat kita gunakan untuk menjadikan hidup kita lebih baik. Memberikan kita kekuatan untuk menyelesaikan permasalahan finansial kita sendiri dari pada berharap pemerintah menyelesaikan permasalahan kita tersebut untuk kita. Hentikan bailout dan semua handout (uluran tangan) tersebut. Kini saatnya menghentikan konspirasi orang kaya tersebut. Kini saatnya mengajarkan kita untuk memancing.

BAB 2 – Persekongkolan Menentang Pendidikan Kita (bag.2)

...lanjutan

Membajak sistem pendidikan

Satu diantara dosa terbesar sistem pendidikan saat ini adalah anda tidak diajarkannya mengenai uang. Melainkan, sistem ini mengajarkan anda untuk menjadi pegawai yang baik dan tahu dimana posisi anda dalam hidup. Beberapa orang berkata bahwa hal ini sudah dirancang. Sebagai contoh. Dalam bukunya The Creature from Jekyll Insland, Griffin mencuplik lembar resmi pertama Badan Pendidikan Umum, berjudul The Country School of To-Morrow (Sekolah Negeri Masa-depan), ditulis oleh Frederick Gates: ”Di dalam mimpi kita, kita memiliki sumber yang tak terbatas, dan masyarakat menyerahkan diri mereka secara penuh kepada tangan kita untuk dibentuk. Perjanjian kependidikan yang ada memudar dalam benak kita; dan tidak terhalangi oleh kebiasaan, kita mengusahakan kebaikan kita sendiri diatas masyarakan yang senang dan responsif…Tugas yang kita berikan pada diri kita sangat sederhana dan sangat indah: Melatih orang-orang yang kita dapati menuju hidup ideal seperti dimana mereka saat ini…”

          Ingat selalu bahwa Badan Pendidikan Umum didirikan pada tahun 1903 oleh Yayasan Rockefeller – salah satu yayasan paling kaya dan berkuasa dijamannya. Apa yang kita lihat disini adalah sikap lebih dari seratus tahun yang lalu, satu diantara orang kaya terkemuka di Amerika Serikat, dan bahkan di dunia, kelihatannya membuat kurikulum pendidikan yang berkesinambungan untuk memenuhi kebutuhan mereka dan bukan kebutuhan dari para pelajarnya. Hal ini sangat penting saat ini, karena walaupun sikap ini sudah berumur lebih dari seratus tahun, sikap ini tidak hilang, dan sikap ini merupakan tenaga penggerak dibelakan pendidikan anda, pendidikan saya, dan pendidikan anak anda. Dan sikap ini merupakan tenaga penggerak dari penindasak pendidikan finansial sampai saat ini. Anda tidak perlu tahu soal uang jika anda sudah ditakdirkan menjadi motor penggerak mesin uang orang lain, atau pekerja dari perkebunan orang lain.

          Setelah membaca buku Grunch of Giant milik Dr. Fuller tahun 1983, saya mulai mengerti mengapa topic mengenai uang tidak diajarkan di bangku sekolah. Sebelumnya, saya tidak berani mengkritik sistem sekolah; terlebih lagi, ayah saya Kepala Dewan sistem Pendidikan Hawaii. Bersama dengan berjalannya waktu, saya mulai mendekati orang-orang yang berpandangan sama terhadap pendidikan dan mengapa sekolah tidak mengajarkan kita     tentang uang.

          Pada awalnya, salah satu orang yang berbagi kecurigaan mengenai pendidikan adalah John Taylor Gatto, pengarang banyak buku, diantaranya Weapons of The Mass Instruction dan Dumbing Us Down. Gatto di beri gelar tiga kali Guru Terbaik dalam Setahun kota New York dan Guru Terbaik dalam Setahun Negara Bagian New York. Tahun 1991 dia berhenti dari karir mengajarnya dimana pada sebuah iklan di majalah Wall Street Journal, berkata, “Saya tidak dapat mengajar dengan cara ini lagi. Jika anda mendengar sebuah pekerjaan dimana saya tidak harus membuat anak-anak menderita dalam menjalani hidupnya, beritahu saya. Sudah saatnya saya mencari pekerjaan.” Dia menarik perhatian saya bahwa sistem belajar kita saat ini berasal dari sistem Persia, sebuah sistem untuk mencetak pekerja-pekerja dan tentara-tentara yang baik, orang yang mengikuti perintah secara buta, menunggu untuk diperintah melakukan sesuatu, termasuk apa yang dilakukan dengan uang mereka.

          Sama seperti yang dikatakan Gatto kepada saya beberapa saat yang lalu, “Sistem sekolah tidak dirancang untuk mengajar anak-anak berpikir untuk diri mereka sendiri. Juga tidak dikembangkan untuk membantu pemikiran hari-hari ini bahwa kita semua dapat dibebaskan. Sebenarnya, sistem sekolah kita sekarang didasarkan pada model Persia yang dikembangkan untuk melakukan kebalikannya – mengajar anak-anak untuk mengikuti perintah, dan melakukan seperti apa yang dikatakan kepadanya. Para pelajar yang mengeluh dan patuh menjadi pekerja penuh bagi orang-orang kaya atau menjadi tentara yang mengorbankan hidup mereka untuk melindungi kekayaan orang kaya.”

          Anda dapat mengenal lebih lagi mengenai John Taylor Gatto di websitenya, johntaylorgatto.com. Dia terus menyerahkan dirinya untuk perubahan dunia pendidikan.

          Sekarang, anda dapat saja percaya juga tidak bahwa ada persengkongkolan internasional yang menentang pelajaran mengenai uang di sistem sekolah. Tapia pa yang tidak dapat anda sangkal adalah, sekolah kita akan jatuh nilainya dalam pendidikan finansial. Apakah memang ada maksud atau tidak, kurangnya sistem kita dalam mengajar dan instruksi mengenai uang menjadi tenaga penggerak dibelakang tekanan finansial yang masyarakat kita alami saat ini. Merupakan kurangnya pendidikan finansial yang menyebabkan banyak orang-orang yang sangat terpelajar kawatir mengenai krisis finansial global. Telah jutaan orang yang kehilangan tabungan masa pensiun mereka dengan mengikuti saran dari orang-orang penjualan dibidang finansial. Sangat banyak orang matanya langsung berkaca-kaca saat dipaksa untuk berbicara mengenai kehidupan finansial mereka.

Mengganti Kebebasan dengan Uang

Jika orang tidak belajar mengenai uang, mereka dapat menggantikan kebebasan mereka dengan lembaran gaji – dengan pekerjaan tetap dan uang yang cukup untuk membayar tagihan-tagihan mereka. Beberapa orang menghabiskan hidup mereka secara terus menerus merasa takut dipecat. Itu mengapa untuk jutaan pekerja yang terpelajar, keamanan bekerja lebih penting dibandingkan kebebasan finansial. Sebagai contoh, saat saya masih bekerja di Pasukan Angkatan Laut, saya merasa bahwa ada kawan-kawan pilot saya ingin tetap terus bekerja di sana selama dua puluh tahun, bukan untuk berperang bagi Negara kita, tapi untuk menerima gaji dari pemerintah seumur hidup. Di dunia akademis, banyak pengajar bermimpi akan keamanan menjabat dibandingkan kebanggaan dalam mengajar.

          Kurangnya pendidikan finansial di sekolah kita menyebabkan jutaan orang yang mau membiarkan pemerintah mengontrol hidup mereka. Karena kita tidak punya kecerdasan finansial yang cukup untuk menyelesaikan permasalahan finansial kita sendiri, kita berharap pemerintah melakukannya untuk kita. Dalam prosesnya, kita menyerahkan kebebasan kita dan memberi pemerintah control lebih dan lebih atas hidup dan uang kita. Setiap kali Federal Reserve dan Perbendaharaan A.S. memberikan uang penyelamatan kepada sebuah bank mereka bukan untuk menolong masyarakat; kita menolong orang yang kaya. Pada setiap bailout, kita menyerahkan kebebasan kita lebih lagi dan secara umum kita utang masyarakat akan bertambah dan bertambah. Pemerintah yang besar mengambil alih bank kita dan menyelesaikan permasalahan finansial pribadi kita melalui program-program pemerintah seperti Social Security (Keamanan Sosial) dan Medicare (Perawatan kesehatan) yang merupakan suatu bentuk sosialisme. Menurut saya sosialisme membuat orang lemah dan menjaganya tetap lemah. Di Sekolah Minggu, saya diajarkan untuk mengajar orang memancing – bukan member mereka ikan. Menurut saya, bantuan kesejahteraan dan bailout adalah bentuk langsung dari memberi orang ikan dari pada mengajarkan mereka bagaimana memperolehnya sendiri.

Pajak, Utang, dan Inflasi

Seperti yang disebutkan di Bab 1, tiga kekuatan utama yang menyebabkan orang bersusahpayah secara finansial adalah pajak, utang, dan inflasi. Saya juga sebutkan bahwa ketiga hal ini terkait langsung dengan Federal Reserve dan Perbendaharaan A.S. Sekali lagi, jika Federal Reserve memperbolehkan untuk mencetak uang, dan meningkatkan utang nasional, pajak dan inflasi harus naik. Dengan kata lain, melemahkan masyarakat secara finansial melalui pajak, utang, dan inflasi memberikan kesempatan pemerintah menggabungkan kekuatan. Saat orang bersusah payah secara finansial, mereka semakin mau untuk pemerintah menyelamatkan mereka, tanpa disadari mereka menggantikan kebebasan pribadi mereka dengan penyelamatan finansial.

          Pada tahun 2009, presentase orang Amerika yang memiliki rumah sendiri menurun. Nilai tebus hipotek tinggi sekali. Jumlah masyarakat yang berada di tingkat perekonomian menengah menurun. Jumlah tabungan menipis, jika memang masih ada. Utang keluarga meningkat. Jumlah orang yang berada di bawah garis kemiskinan meningkat. Jumlah pekerja berumur diatas enam puluh lima tahun semakin banyak. Kebangkrutan sudah setinggi atap rumah. Dan banyak warga Negara Amerika tidak punya cukup uang untuk pensiun.

          Namun ini bukan fonomena A.S. Ini merupakan krisis finansial personal di seluruh dunia. Dampak konspirasi orang-orang kaya dirasakan semua negara dan orang di seluruh dunia.  

          Entah anda termasuk di dalam sebuah konspirasi atau tidak, faktanya adalah saat ini dunia sedang dalam krisis finansial terbesar dalam sejarah dan masyarakat berharap pemerintah menyelamatkan mereka. Dan entah anda termasuk di dalam sebuah konspirasi atau tidak, fakta tetap membuktikan bahwa sebagian besar orang meninggalkan bangku sekolah tanpa pengetahuan yang cukup mengenai uang, pajak, utang, dan inflasi, dan bagaimana kekuatan-kekuatan ini mempengaruhi hidup mereka.

Siapa yang mengambil uang saya?

Ambil waktu untuk melihat kenyataan finansial dimana banyak dari kita alami.

Realitas

Dampak terhadap yang kaya dan miskin

Sekolah:

Kebanyakan orang tidak belajar mengenai uang di sekolah. Orang kaya belajar uang di rumah.

Pekerjaan:

Sebagian besar orang bekerja untuk orang kaya.

Pajak:

Pajak tersalurkan keperusahaan-perusahaan yang dimiliki oleh orang kaya dan kawan dari pemimpin-pemimpin politik dalam bentuk dana bantuan. Ada perkiraan, dari 1000 dolar AS yang saya dan anda bayarkan, kurang dari 200 dolar AS berupa keuntungan bagi kita. Orang kaya tahu bagaimana bermain dengna sistem. Mereka memiliki usaha, memperoleh banyak uang, dan membayar pajak dengan peresentase yang lebih rendah dibanding para pekerja.

Utang nasional:

Saat pemerintah berbicara mengenai triliunan dolar bailout (uang jaminan) itu berarti beberapa generasi keturunan kita akan membayar penyelamatan finansial orang-orang kaya ini. Anak-anak kita akan membayar bailout ini dengan pajak yang lebih tinggi dan inflasi yang lebih besar.

Rumah:

Pembayaran hipotek masuk ke dalam bank-bank milik orang kaya. Jika anda mengambil hipotek 100.000 dolar AS dengan bunga 5% selama 30 tahun, anda akan membayar 93.000 dolar AS sebagai bunganya saja. Ini belum termasuk biaya administrasi, komisi, dan pelayanan.

Pensiun:

Sebagian besar orang berinvestasi dalam saham, obligasi, dan dana berkah untuk uang pensiun mereka. Sebagian besar dari uangnya di investasikan pada perusahaan milik orang kaya. Jika investasinya kehilangan uang, anda juga ikut kehilangan uang – dan perencana finansial, pialang saham, atau pialang perumahan tetap mendapat komisinya.

Biaya hidup:

Siapa yang mendapatkan uang yang kita keluarkan untuk asuransi, bensin, pelayanan telepon, listrik, dan kebutuhan hidup lainnya? Orang kaya. Siapa yang diuntungkan dengan naiknya harga kebutuhan ini? Orang kaya.

Kebohongan Terbesar Mengenai Uang

Ayah miskin saya adalah seorang yang hebat, terpelajar, pekerja keras, pengajar yang sangat jujur, dan pelayan masyarakat. Namun saat berbicara mengenai uang, dia seorang pembohong. Saat dia bicara mengenai pekerjaan, mengajar, dan kehidupan, dia sering berkata, “Saya tidak tertarik dengan uang.” Atau, “Saya tidak melakukannya demi uang.” Atau, “Uang tidak begitu penting.” Setiap kali saya mendengan dia berkata seperti itu, saya akan menggelengkan kepala saya. Bagi saya, hal tersebut adalah sebuah kebohongan. Suatu hari saya bertanya kepadanya, “Jika kamu tidak tertarik dengan uang, mengapa menerima slip gaji? Mengapa sering berkata, ‘Saya tidak dibayar selayaknya’? Mengapa mencari kenaikan gaji?” Dia tidak pernah menjawabnya.

          Seperti ayah saya, banyak orang merasa tidak nyaman saat berbicara mengenai uang. Banyak orang yang berbohong dan menyangkal mengenai pentingnya uang dalam hidup mereka. Ada ungkapan, “Jangan bicarakan mengenai sex, uang, kepercayaan, atau politik.” Hal-hal ini terlalu sensitive dan pribadi. Hal itu mengapa sebagian besar orang berbicara mengenai cuaca, olah raga, apa yangsedang dibicarakan di TV, atau gaya hidup diet terbaru. Hal-hal ini sangat umum – kita dapat hidup dengan atau tanpanya. Kita tidak dapat hidup tanpa uang.

          Banyak orang percaya dengan ungkapan yang sudah dibahas pada pendahuluan buku ini, “Cinta uang adalah akar dari segala kejahatan.” Tapi yang gagal untuk disadari adalah, konteks yang diucapan itu adalah, uang itu sendiri bukan akar dari segala kejahatan.” Banyak orang percaya bahwa uang memiliki kekuatan untuk berkorupsi, dan itu memang bisa. Banyak orang percaya jika anak-anak tahu bagaimana menghasilkan uang, mereka mungkin tidak mau mendapatkan pendidikan yang baik, dan hal itu juga memungkinkan. Tapi tetap juga, hidup itu butuh uang, dan menghasilkan uang adalah kenyataan hidup. Sebagian besar orang menghabiskan waktu hidup mereka, bahkan seluruh hidup mereka, bekerja untuk uang. Banyak keluarga yang bercerai dan bangkrut karena pertengkaran mengenai uang.

          Membiarkan orang mengabaikan uang adalah sesuatu yang jahat karena banyak orang melakukan hal-hal jahat demi uang, seperti bekerja untuk sesuatu yang mereka tidak senangi, bekerja untuk orang yang tidak mereka hormati, menikahi orang yang tidak mereka cintai, mengambil sesuatu yang bukan milik mereka, dan berharap orang lain – seperti keluarga mereka atau pemerintah – untuk memelihara mereka disaat mereka sebenarnya bisa memelihara diri mereka sendiri.

berlanjut...

BAB 2 – Persekongkolan Menentang Pendidikan Kita (bag.1)

Persekongkolan Orang Kaya

8 ATURAN BARU MENGENAI UANG

oleh Robert Kiyosaki

BAB 2 – Persekongkolan Menentang Pendidikan Kita 


Mengapa uang tidak diajarkan di bangku sekolah

          “Tujuan dari yayasan [Dewan Sekolah Besar] adalah untuk menggunakan kekuatan uang, bukan untuk meningkatkan tingkat pendidikan Amerika, seperti yang diyakini secara umum pada saat itu, tapi untuk mempengaruhi arah dari pendidikan…Sasarannya adalah untuk menggunakan ruang kelas mengajarkan sikap yang membangun orang menjadi pasif dan tunduk kepada aturan mereka. Tujuannya adalah – dan selalu – untuk menciptakan warga Negara yang cukup berpedidikan untuk bekerja secara produktif di bawah supervisi tapi tidak cukup untuk mempertanyakan yang memegang kuasa atau berusaha meningkatkan taraf hidup mereka. Pendidikan sejati hanya terbatas bagi anak laki-laki dan perempuan orang elit. Bagi lainnya, lebih baik untuk menghasilkan pekerja-pekerja terampil yang tidak memiliki aspirasi lain kecuali menikmati hidup mereka.”

– G. Edward Griffin dalam The Creature from Jekyll Island, dalamRockefeller’s General Education Board, didirikan tahun 1903.

Sekolah baru

Saya mulai curiga mengenai sekolah sejak berumur Sembilan tahun. Pada saat itu keluarga kami baru saja pindah ke seberang kota ke rumah baru agar ayah saya dapat lebih dekat ke tempat kerjanya. Saya baru saja naik kelas empat.

          Kami tinggal di kota perkebunan kecil di Hilo, di pulau besar Hawaii. Industri utama kota kami adalah gula, dan sekitar 80 % – 90 % dari populasinya adalah keturunan imigran Asia yang dibawa ke Hawaii diakhir 1800. Saya sendiri adalah keturunan keempat Jepang-Amerika.

          Di sekolah dasar saya yang lama, sebagian besar kawan kelas saya mirip saya. Di sekolah saya yang baru, 50 % dari kawan kelas saya orang kulit putih, setengah lainnya orang Asia. Sebagian besar dari anak-anak ini, kulit putih maupun orng asia, adalah anak-anak dari keluarga mampu. Untuk pertama kalinya, saya merasa miskin.

          Kawan-kawan kaya saya punya rumah bagus di lingkungan eksklusif. Keluarga kami tinggal di rumah sewa di belakang perpustakaan. Sebagian besar kawan saya punya mobil paling tidak tidak dua. Keluarga saya punya satu. Beberapa dari keluarga kawan saya punya rumah kedua di pinggi pantai. Ketika beberapa kawan saya menyelenggarakan pesta ulang tahun, mereka mengadakan yacht club. Pesta ulang tahun saya diadakan di pantai umum. Ketika kawan-kawan saya mulai belajar Golf, mereka belajar dari pemain professional di country club. Saya bahkan tidak memiliki keanggotaan bermain golf. Saya adalah seorang caddy pada sebuah country club. Kawan-kawan kaya saya memiliki sepeda baru, beberapa dari mereka bahkan memiliki memiliki kapal layar, dan mereka berlibur ke Disneyland. Orang tua saya berjanji akan membawa kami sekeluarga ke Disneyland, tapi tidak pernah terjadi. Kami bersenang-senang melakukan perjalanan sehari ke taman nasional local untuk menonton gunung meletus.

          Dan di sekolah baru saya itulah saya bertemu anak dari Ayah Kaya saya. Pada saat itu, dia dan saya berada diantara 10% terendah secara perekonomian keluarga, dan juga, secara akademik. Kami menjadi kawan baik karena kami anak termiskin di kelas dan kumpul bersama.

Harapan Pendidikan

Tahun 1880, nenek moyang saya mulai berimigrasi ke Hawaii dari Jepang. Mereka dikirim untuk bekerja di ladang perkebunan gula dan nanas. Prinsipnya, mimpi mereka adalah untuk bekerja di ladang perkebunan, simpan uangnya, dan kembali ke Jepang sebagai orang kaya.

          Keluarga-keluarga saya bekerja dengan sangat keras di perkebunan tersebut, tapi dibayar paling rendah. Diatas semua itu juga, pemilik perkebunan memotong gaji para pekerja sebagai uang sewa rumah yang disediakan oleh perkebunan itu sendiri. Perkebunan juga memiliki satu-satunya took, yang berarti para pekerja juga harus membeli makanan dan barang lainnya di toko perkebunan tersebut. Pada akhir bulan, sedikit sekali sisa uang yang tersisa dari gaji mereka setelah dipotong uang sewa rumah dan tagihan toko.

          Keluarga saya ingin keluar dari perkebunan tersebut secepatnya, dan bagi mereka pendidikan yang bagus adalah jalan keluarnya. Dari cerita yang saya dengar, nenek moyang saya hidup berhemat dan menabung untuk mengirim anak-anak mereka belajar di sekolah. Kurangnya pendidikan sekolah berarti akan tetap bekerja di perkebunan. Generasi kedua mereka, sebagian besar dari keluarga saya sudah keluar dari perkebunan. Saat ini, keluarga saya menjalani tingkat pendidikan yang cukup baik – sebagian besar paling tidak sebagai sarjana strata satu, banyak sebagai master, dan beberapa PhD. Saya berada pada titik paling bawah tingkat pendidikan keluarga kami: saya hanya memiliki sarjana ilmu pengetahuan – S1.

Sekolah di seberang jalan

Pindah sekolah pada umur sembilan tahun merupakan hal besar yang terjadi pada diri saya karena lokasi sekolah yang baru. Gambaran berikut menunjukkan perubahan lingkunan sekolah saya, tepat diseberang sekolah baru saya, Sekolah Riverside, berdiri sekolah umum Hilo. Sekolah umum Hilo diperuntukkan bagi anak-anak keluarga pekerja perkebunan, sebagian besar berasal dari peratuan buruh. Sedangkan sekolah Riverside, diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga pemilik perkebunan.

          Kelas empat, saya masuk sekolah dengan anak-anak pemilik perkebunan. Pada tahun 1950, sementara berjalan menuju sekolah Riverside, saya melihat kea rah sekolah umum Hilo dan melihat bahwa ada sekolah yang tidak bedakan oleh ras tapi oleh uang. Inilah saat kecurigaan saya terhadap sekolah dan pendidikan dimulai. Saya tahu, ada yang tidak benar, tapi saya tidak tahu apa. Jika saja rumah kami tidak sejajar dengan sekolah Riverside, saya mungkin dikirim belajar di sekolah umum Hilo.

          Dari kelas 4 sampai kelas 6 saya belajar dengan anak-anak keturunan dari pemilik-pemilik perkebunan – orang-orang dan sistem yang keluarga besar saya ingin tinggalkan. Selama sekolah dasar, saya bertumbuh dengan anak-anak ini di sekolah, berolah raga dengan mereka, dan bermain ke rumah mereka.

          Setamatnya dari sekolah dasar, banyak dari anak-anak ini dikirim ke sekolah asrama. Saya masuk ke sekolah umum tingkat satu di jalan yang sama. Disana saya bergabung dengan anak-anak dari seberang jalan, sekolah umum Hilo, dan saya semakin sadar perbedaan antara anak-anak yang dibesarkan keluarga kaya dengan mereka yang dibesarkan oleh keluarga miskin dan kelas mengengah.

          Ayah saya sangat terpelajar, dan kepala departemen pendidikan di Hawaii. Dia bukan saja keluar dari perkebunan, namun dia juga menjadi pegawai pemerintah yang berhasil. Meskipun ayah saya pergi ke sekolah, memiliki gelar-gelar tinggi, dan memiliki pekerjaan bagus dengan gaji cukup bagus, namun sebagai sebuah keluarga kami tetap miskin secara finansial – paling tidak dibandingkan dengan keluarga kawan-kawan kaya saya. Setiap saya pergi ke rumah kawan kaya saya, saya tahu ada sesuatu yang hilang, tapi saya tidak tahu apa. Pada umur sembilan tahun, saya mulai berpikir mengapa dengan pergi ke sekolah tidak membuat ayah dan ibu saya kaya.

Perkebunan

          Keluarga besar saya bekerja dan berhemat untuk menabung bagi pendidikan yang bak agar anak-anak mereka dapat keluar dari perkebunan. Saya melihat hubungan antara sekolah Riverside dengan sekolah umum Hilo, saya pernah mengalami memiliki kawan kaya yang merupakan keturunan dari pemilik perkebunan dan kawan-kawan keturunan para buruh perkebunan. Di sekolah dasar, pendidikan dasar masih sama – tapi tetap ada sesuatu yang hilang, bahkan sampai sekarang.

          Keluarga saya ingin anak-anaknya keluar dari perkebunan. Permasalahannya dari dulu sampai sekarang adalah, di sekolah kita tidak pernah belajar bagaimana memiliki perkebunan tersebut. Jadi kebanyakan dari kita pergi bekerja ke perkebunan yang baru – perusahaan-perusahaan besar di dunia, militer, atau pemerintahan. Kita pergi ke sekolah untuk mendapatkan pekerjaan yang baik. Kita diajarkan untuk bekerja bagi orang kaya, berbelanja di took orang kaya, meminjam uang dari bank-bank orang kaya, berinvestasi pada usaha-usaha orang kaya melalui dana reksa dalam rencana masa tua kita – tapi tidak untuk menjadi kaya.

          Banyak orang tidak suka mendengar mereka diajar dengan sistem sekolah untuk terjebak dalam jaring, jaring konspirasi orang kaya. Banyak orang tidak suka mendengar bahwa orang-orang kaya telah memanipulasi sistem pendidikan kita.

berlanjut...